Oleh: Nurlaksana Eko Rusminto, Dr. M.Pd.
Lembaga Penelitian
Dibuat: 2007-11-12 , dengan 1 file(s).
http://digilib.unila.ac.id/go.php?id=laptunilapp-gdl-res-2007-nurlaksana-677
Terdapat dua masalah yang dihadapi anak-anak dalam berbahasa, yaitu mereka harus menetapkan bagaimana memetakan ide-ide dan pengetahuan umumnya ke dalam proposisi yang dapat mereka ekspresikan dan mereka harus mengetahui bagaimana menyampaikan tindak tutur dan infonnasi tematik melalui isi proposisional dalam tuturannya. Lebih dari itu, untuk berhasil dalam kegiatan komunikasi, anak-anak juga harus mempertimbangkan mitra tutur yang dihadapi dan konteks yang melatari peristiwa tutur yang terjadi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menginterpretasikan bentuk bahasa penolakan dalam bahasa Indonesia pada anak-anak, yang mencakupi (1) bentuk verbal wujud tutur yang digunakan dalam menyampaikan penolakan dan (2) Faktor-faktor yang dipertimbangkan dalam memilih bentuk bahasa yang digunakan untuk menyampaikan penolakan oleh anak-anak.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh dari tuturan-tuturan yang dihasilkan oleh tiga orang anak-anak. Kegiatan pengurnpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan dan catatan lapangan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini berupa instrumen manusia, yakni peneliti dipandu dengan pedoman pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model analisis interaktif yang di dalamnya melibatkan kegiatan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta verifikasi dan penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menyampaikan penolakannya, anakanak menggunakan dua macam bentuk verbal, yaitu penolakan langsung dan penolakan tidak langsung. Penolakan langsung diklasifikasikan menjadi dua, yaitu penolakan langsung pada sasaran dan penolakan langsung dengan argumentasi. Sementara itu, penolakan tidak langsung dapat diklasifikasikan menjadi sembilan kiasifikasi, yaitu (1) penolakan tidak langsung dengan modus bertanya (TLMTn): (2) penolakan tidak langsung dengan modus menunda (TLMTd), (3) penolakan tidak langsung dengan modus meminta maaf (TLMM), (4) penolakan tidak langsung dengan modus mengganti/mengubah tugas (TLMGT). (5) penolakan tidak langsung dengan modus rnelibatkan orang ketiga (TLMO), (6) penolakan tidak langsung dengan modus menyatakan pesimisme (TLMPs), (7) penolakan tidak langsung dengan modus mencari pengganti (TLMCG), (8) penolakan tidak langsung dengan modus pengandaian (TLMA), dan (9) penolakan tidak langsung dengan modus membalikkan perintah (TLMBP).
Penggunaan penolakan langsung pada sasaran dimaksudkan untuk menyampaikan penolakan seinformatif dan seefektif mungkin. Oleh karena itu, bentuk verbal ini cenderung menaati maksim-maksim dalam prinsip kerja sama dan melanggar maksim-maksim dalam prinsip sopan santun.
Penggunaan penolakan langsung dengan argumentasi merupakan kombinasi penerapan maksim-maksim prinsip keria sama dan
Keywords: Bahasa,anak-anak,Indonesia
Subject: Bahasa Indonesia
Call Number: 410 Rus b c.1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar